Apakah seseorang yang dipanggil menjadi guru dapat langsung menjadi guru terbaik tanpa usaha, latihan, dan kerja keras?
Apakah seseorang dapat langsung menjadi pengusaha terbaik, karyawan terbaik, agen terbaik, atau motivator terbaik?
Tentu saja tidak bisa. Untuk menjadi yang terbaik dalam profesi atau panggilan apa pun, kita perlu proses dan strategi.
Salah satu strategi itu adalah memaksimalkan daya kerja otak. Ada beberapa buku bagus yang membahas cara kerja otak. Anda perlu mempelajarinya. Tetapi, dalam kaitannya de¬ngan pembahasan ini, penetapan sasaran penting agar otak kita terangsang dan tergerak untuk menemukan cara meraih sasaran tersebut. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan penetapan sasaran.
Sasaran adalah tujuan dengan batas waktu. Pembuatan sasaran ini sangat penting hingga Brian Tracy menulis dalam bukunya berjudul Goals! bahwa jikalau ia hanya diberikan wak¬tu sepuluh menit untuk berbicara dalam sebuah seminar, poin yang akan ia sampaikan adalah mengenai pentingnya me¬netapkan sasaran.
Suatu studi tentang pentingnya penentuan sasaran dilaku¬kan oleh Mark McCormark terhadap para lulusan MBA di Har¬vard Business School, sekolah binis ternama di dunia antara tahun 1979 dan 1989. Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya,
”Apakah Anda telah menyusun suatu rencana yang jelas, spesifik, dan tertulis tentang masa depan Anda, dan perencanaan tentang bagaimana merealisasikan rencana tersebut?”
Hasilnya : 3% menyatakan telah memiliki sasaran yang spesifik, jelas, dan tertulis. 13% menyatakan telah me¬miliki sasaran yang spesifik dan jelas tetapi tidak tertulis. 84% menyatakan belum memiliki atau menyusun sasaran tersebut.
Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1989, periset melaku¬kan wawancara dengan semua responsden yang dulu telah di¬ta¬nyai.
Hasilnya : 13% yang menyatakan telah memiliki sasaran yang spesifik dan jelas tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata 2 kali lipat lebih besar daripada mereka yang 84%. Hal yang mengejutkan adalah 3% lulusan MBA yang mengatakan telah memiliki sasaran spesifik, jelas, dan tertulis, memiliki peng¬hasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan MBA lainnya.
Perbedaan paling utamanya adalah bahwa mereka yang masuk 3% ini telah memiliki sasaran yang jelas, spesifik, dan tertulis. Jadi, hasil penelitian ini membuktikan kepada kita betapa pentingnya perencanaan dan penetapan sasaran dalam upaya meraih kehidupan terbaik.
Sumber : Buku "Life Success Triangle" Terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama
Bagaimana cara membangun sikap positif dalam hidup kita?
Pertama adalah ketika menghadapi situasi apa pun, latihlah diri Anda untuk memiliki pikiran yang ”terbuka”.
Sebagai contoh, ketika musim hujan tiba, mungkin ada yang berdoa:
”Tuhan, kalau benar Engkau mengasihiku, halau banjir ini agar tidak masuk ke dalam rumahku.”
Doa semacam itu adalah doa orang yang berpikiran tertutup. Ia telah menentukan satu-satunya cara Tuhan membuktikan kasih-Nya adalah dengan menghentikan air masuk ke dalam rumahnya.
Sikap berpikir semacam ini sangat berbahaya karena Tuhan bisa saja berkata,
”Bagi-Ku, jangankan menghalau air masuk ke dalam rumahmu, membelah laut saja Aku mampu. Tetapi kali ini, Aku ingin menunjukkan kasih-Ku kepadamu dengan cara yang berbeda, yakni dengan membiarkan air itu masuk ke dalam rumahmu. Tujuannya, Aku ingin kamu belajar berenang karena Aku sudah mempersiapkan perkerjaan baru untukmu, dengan posisi dan gaji yang lebih tinggi. Semuanya jauh lebih baik daripada pekerjaanmu yang sekarang. Namun, dalam pekerjaan itu kamu harus bisa berenang, maka inilah cara-Ku untuk melatihmu berenang agar kamu dapat sukses dalam pekerjaan barumu nanti.”
Jangan menjadi orang yang kaku dan tertutup. Buka pikiran, maka Anda akan melihat begitu banyak kesempatan tersedia bagi Anda.
Kedua, jangan pula tergoda untuk terburu-buru menilai ucapan atau tindakan seseorang berdasarkan asumsi, prasangka atau kejadian masa lalu. Lebih-lebih bila Anda sedang dalam keadaan emosi negatif. Biasanya apa yang Anda katakan atau lakukan dalam keadaan emosi negatif itu salah atau tidak tepat. Karena itu, latih diri Anda untuk menjadi lebih tenang ketika menghadapi situasi apa pun.
Langkah awal untuk bisa memiliki ketenangan adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan melalui doa karena dasar dari sikap positif adalah hati dan pikiran yang bersih.
Salam Triangle!
Sumber : Buku "Life Success Triangle" Terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama
25 Inspirasi Sukses untuk Membantu Anda Meraih Hasil Terbaik dalam Karier dan Kehidupan Pribadi
Buku ini berisi tiga pilar kesuksesan sejati. Pilar pertama adalah Personal Mastery, yaitu kemampuan mengelola dan mengarahkan diri sendiri. Pilar kedua adalah Interpersonal Mastery, yaitu kemampuan membangun dan mengelola hubungan dengan orang lain atau sesama. Pilar ketiga adalah Spiritual Mastery, yaitu pemahaman yang benar dan disertai dengan kesungguhan dalam berelasi dengan Tuhan sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta. Hanya pada waktu ketiga pilar tersebut berjalan seimbang, kehidupan terbaik muncul dalam bentuk yang paling sempurna. Buku ini ditulis dengan hati menyala untuk satu tujuan, yaitu membantu Anda untuk mencapai keseimbangan itu.
Name: Eloy Zalukhu Home: Jakarta, Indonesia About Me: Eloy Zalukhu lahir di suatu desa yang sampai hari ini belum dialiri listrik dan tak punya jalan beraspal. Baru pada usia sepuluh tahun ia melihat benda bernama mobil. Pada usia baru sembilan bulan ayahnya pergi untuk selamanya. Sejak saat itu berbagai macam kesulitan membentuk karakter hidupnya yang tahan uji dan tidak pernah menyerah. Atas pertolongan Tuhan, ia melanjutkan sekolah di Melbourne, Australia. Tahun 2001 ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dalam bidang Marketing dan Management dari Deakin University. See my complete profile