Beberapa waktu lalu, setelah selesai memberikan ceramah di suatu pertemuan, seorang peserta datang menghampiri saya dan langsung bercerita tentang buku yang baru saja ia baca, yakni “The Secret.“ Lalu saya bertanya tentang pencerahan apa yang ia dapatkan dari buku tersebut. Dari cerita singkatnya saya berasumsi bahwa buku tersebut adalah buku yang berisi pengajaran dari sebuah kepercayaan yakni: “New Age Movement” atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah “Gerakan Zaman Baru.”
Karena rasa penasaran, saya akhirnya membeli buku tersebut. Setelah mempelajari apa yang diajarkan, asumsi awal saya ternyata tepat, bahwa The Secret adalah pengajaran New Age. Kepastian ini semakin dikukuhkan pada saat menonton The Oprah Winfrey Show, yang tengah menampilkan Michael Bernard Beckwith dan James Arthur Ray, dua nara sumber dalam buku The Secret.
Apa itu New Age?
Sebelum kita membahas apa itu pengajaran New Age, mari merenungkan beberapa poin yang terdapat dalam buku The Secret. Dalam kesempatan ini, saya akan mengacu pada buku terjemahan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Sekarang mari kita membuka halaman 207.
Pada halaman tersebut, Neale Donald Walsch bertutur tentang Rahasia Kehidupan, ia berkata:
“Tidak ada papan tulis di langit tempat Tuhan telah menuliskan tujuan Anda, misi hidup Anda. Tidak ada papan tulis di langit yang bertuliskan, “Neale Donald Walsch, pria tampan yang hidup di awal abad kedua puluh satu, yang...”
Lalu ada bagian kosong di papan tulis itu. Dan untuk sungguh-sungguh memahami apa yang sedang saya lakukan di sini (di planet bumi ini), mengapa saya ada di sini (di planet bumi ini), saya harus menemukan papan tulis itu dan menemukan apa yang ada dalam benak Tuhan tentang saya. Namun, papan tulis itu tidak ada.
Jadi, tujuan Anda adalah apa yang Anda katakan sebagai tujuan Anda. Misi Anda adalah misi yang Anda berikan pada diri sendiri. Hidup Anda adalah hidup yang Anda ciptakan, dan tidak ada seorang pun berhak menghakiminya, sekarang atau selamanya.”
Baca kembali, dan renungkan makna dari kalimat-kalimat Neale di atas, karena di dalam pemikiran Neale tersirat ajaran New Age yang sangat kental. Setidaknya saya mencatat tiga poin penting:
(1) “Tidak ada papan tulis“...artinya, konsep tentang Tuhan yang mencipta dan memberikan tujuan kepada manusia, merupakan sebuah konsep yang tidak nyata dan sebuah kesia-siaan.
(2) Karena itu Neale meyakini bahwa manusia sendirilah yang menentukan tujuan dan misi hidupnya. Lebih jauh ia berkata bahwa “Hidup Anda adalah hidup yang Anda ciptakan sendiri.”
(3) Ia juga meyakini bahwa “tidak ada seorang pun yang berhak menghakimi Anda.”
Bila Neale ditanya, apakah kalimat terakhir tersebut, berarti Tuhan pun tidak berhak menghakimi manusia? Saya kira ia akan menjawab, “Ya! Tuhan tidak berhak.” Bila Anda menonton Oprah Winfrey Show yang saya sebut di atas, baik Michael Beckwith maupun James Ray tidak mengakui adanya Surga dan Neraka. Jelas, ini adalah ajaran New Age, sebuah “agama” baru yang sedang melanda dunia, dan telah berhasil nenawan pikiran jutaan orang, baik melalui buku-buku dan seminar Motivasi, melalui film dan berbagai bentuk media lainnya. New Age Movement
Menurut Douglas R. Groothuis, dalam bukunya “Unmasking the New Age”, gerakan ini memiliki setidaknya enam keyakinan mendasar. Namun kali ini kita hanya melihat tiga keyakinan pertama saja, yakni:
1. Semua adalah satu
Gagasan bahwa semua adalah satu merasuk ke dalam gerakan New Age – dari kesehatan holistik sampai ke fisik baru, dari politik sampai ke psikologi antar pribadi, dari agama Timur sampai ke okultisme. Nama lain dari gagasan ini adalah Monoisme.
Mono berarti “satu”. Jadi, monoisme adalah suatu kepercayaan bahwa semua yang ada adalah satu.
Maksudya adalah semua saling berkaitan satu dengan yang lain, saling bergantung dan saling ber-penetrasi (saling meresap satu terhadap yang lain). Pada puncaknya, tidak ada lagi perbedaan antara Allah, manusia, wortel atau sebuah batu karang. Mereka semua adalah bagian dari realitas yang berlanjut, yang tidak ada batasnya, tidak ada pembagian yang tegas.
Semua pengertian perbedaan antara obyek-obyek yang terpisah, antara Ahmad dan Rita, atau antara Ahmad dengan sebatang pohon, atau antara Allah dan Ahmad– hanya suatu bayangan dan tidak nyata.
2. Semua adalah Allah
Sekali kita mengakui bahwa semua adalah satu, termasuk Allah, maka tinggal selangkah saja untuk mengakui bahwa “semua adalah allah”. Inilah Panteisme. Segala sesuatu – tumbuh-tumbuhan, siput-siput, buku-buku dan lainnya – dikatakan mengambil bagian dalam satu esensi ilahi.
3. Manusia adalah Allah
Ini adalah salah satu klaim dari New Age yang menggiurkan: kita bukan saja sempurna, faktanya kita adalah allah-allah. Filsuf dan pelopor New Age, L.L.Whyte mengatakan secara terbuka,
“Sudah sejak lama sekali, setiap orang yang menyangkal Allah (yang trasenden) akan meninggikan keilahian dirinya sendiri. Dengan menjatuhkan Allah, manusia memulihkan dirinya sendiri. Kini waktunya Allah harus diletakkan pada tempatnya, yaitu di dalam manusia, dan tidak ada yang mustahil melakukan hal itu.”
Bagi New Age, kita adalah allah secara tersamar. Hanya pengabaian yang menghalangi kita untuk menyadari realitas keilahian kita. Tetapi bila kita dapat menggunakan pikiran, kesadaran dan emosi kita secara sempurna maka suatu hari nanti kita akan menjadi allah sendiri. Dan bila Anda meyakininya, maka hal ini tidak mustahil untuk terjadi. Kuncinya adalah pikiran Anda sendiri!
Tujuan kita, menurut analis New Age, Theodore Roszak, adalah “membangunkan allah yang sedang tertidur di dalam hakekat manusia yang terdalam.” Bahkan lebih jauh Swami Muktananda menegaskan konsep panteismenya dengan mengatakan : ”Berlututlah pada dirimu sendiri. Hormati dan sembahlah dirimu sendiri. Allah tinggal di dalam engkau sebagai Engkau!”
Sekali lagi, bila Anda menonton The Oprah Winfrey Show, hari minggu lalu di Metro TV, maka Anda akan menangkap betapa kentalnya ketiga keyakinan tersebut di atas dalam pemaparan Michael Beckwith, James Ray dan Oprah Winfrey. Salah seorang peserta dalam Oprah Show tersebut menyatakan keraguannya terhadap pengajaran the Secret, namun sayang sekali, dalam waktu sangat cepat pemikirannya digugurkan oleh Michael, James dan Oprah. Ketika berbicara tentang Tuhan, dengan sangat jelas Michael Beckwith berkata “God is within.” Sekali lagi ini adalah pengajaran New Age bahwa allah dan manusia adalah satu. Allah tinggal di dalam engkau sebagai engkau!
The Law of Attraction
Bila Anda membaca buku “The Secret”, Anda pasti memahami bahwa rahasia yang ditawarkan adalah “The Law of Attraction”, yaitu Hukum Tarik – Menarik. Inti daripada hukum ini adalah kekuatan pikiran. Bob Doyle menjelaskan definisinya:
“Pada dasarnya hukum tarik-menarik mengatakan bahwa kemiripan akan menarik kemiripan. Tetapi sebenarnya kita berbicara di tingkat pikiran.” (Hal 8)
Dalam kalimat sederhana, hukum tarik-menarik mengajarkan: “Fokus pada pikiran positif, maka hal-hal positif akan terjadi dalam hidup Anda. Sebaliknya fokus pada pikirkan negatif, maka hal-hal negatif akan menimpa hidup Anda.” Seperti yang dikatakan oleh Mike Dooley, “Dan prinsip itu dapat diringkas dalam tiga kata sederhana – Pikiran menjadi sesuatu!” (Hal. 8)
Ya, sesederhana itu! Semuanya kembali kepada kekuatan pikiran...
Dan bila dibaca sekilas, tampak bahwa pengajaran itu baik-baik saja. Bukankah semua buku Motivasi dan Motivator pun mengajarkan yang sama, yaitu tentang kekuatan pikiran? Bukankah Kitab Suci pun mengajarkan bahwa kita perlu bijaksana dalam mengendalikan pikiran dan kata-kata kita? Bukankah apa yang ada dalam pikiran dan hati akan bermanifestasi dalam tindakan, dan tindakan kita ikut menentukan kualitas hidup kita?
Lalu apa yang kurang tepat dari ajaran The Secret? Kesalahan ajaran The Secret terletak pada akar pangajarannya, yakni New Age, yang melawan keberadaan Allah yang berdaulat, dan menjadikan diri manusia sebagai pusat segala sesuatu. Mari kita bahas lebih detail.
Dua Macam Motivator
Kita mengenal dua istilah yakni “Antroposentris dan Teosentris.” Antroposentris adalah pemahaman bahwa segala sesuatu berpusat pada manusia. Sementara Teosentris adalah pemahaman bahwa segala sesuatu berpusat pada Allah.
Nah inilah yang membedakan buku-buku dan motivator yang ada. Bila Anda perhatikan, buku-buku dan Motivator yang ada di luar sana, umumnya menganut paham Antroposentris walaupun mereka mungkin tidak berani mengakuinya secara terang-terangan, karena takut kehilangan pengikut.
Tetapi ingat bahwa para Motivator ini adalah orang-orang yang pandai menjual, jadi mereka tahu bagaimana mengemas diri dan ajaran mereka sehingga terasa sebagai sesuatu yang sangat masuk akal, bahkan terkesan sebagai sebuah pencerahan atau terobosan baru.
Orang awam tidak mudah mengenali ajaran Antroposentris dan New Age ini karena semua dikemas sedemikian halus, bahkan dikaitkan dengan ilmu Psikologi. Lebih lagi, ajaran ini memberikan harapan yang dicari oleh semua umat manusia, yakni: Kebahagiaan dan Kekayaan yang berlimpah. Pada tahun 1997, ketika pertama kali bersentuhan dengan buku-buku Motivasi pun saya sempat terpengaruh dan menjadi pengikut ajaran ini! Sekalipun saat itu saya sudah mendengar ajaran New Age, namun belum mampu melihat kaitannya dengan pikiran para Motivator yang tertuang dalam buku dan seminar mereka.
Salah satu realita menarik, ternyata penganut dan guru dari kelompok Antroposentris / New Age ini termasuk pula mereka yang banyak berbicara tentang Spiritual atau menggunakan ayat-ayat Kitab Suci dalam buku dan seminar mereka. Sekali lagi mereka sungguh-sungguh singa berbulu domba!
James Arthur Ray, yang adalah narasumber buku The Secret, mengembangkan The Science of Success and Harmonic Wealth, yang mengajarkan cara menerima hasil yang tak terbatas dalam segala bidang, yakni: Keuangan, Relasi, Intelektual, Fisik dan Spiritual. Nah, perhatikan bahwa dalam pengajaran James terdapat juga tentang spiritual. Tetapi spiritual macam ini adalah spiritual ciptaan New Age, yaitu begaimana menggunakan pikiran, emosi dan kesadaran secara sempurna untuk membangunkan allah yang sedang tertidur di dalam diri. Hal ini dapat ditempuh melalui meditasi atau cara-cara mistik supranatural.
Bila Anda masih belum teryakinkan akan kesalahan pengajaran buku the Secret, dan beberapa buku yang senafas dengannya, maka bacalah tulisan Rhonda Byrne berikut ini dan bandingkan dengan tiga keyakinan New Age di atas.
Sekarang, buka buku The Secret halaman 49, dimana tertulis judul “Cara Menggunakan Rahasia.” Pada kalimat pertama, Rhonda Byrne menulis “Anda adalah pencipta, dan ada sebuah proses yang mudah untuk mencipta dengan menggunakan hukum tarik – menarik.” Baca terus, sampai Anda tiba pada halaman 50, dimana Byrne kembali menulis:
“Kisah yang indah ini menunjukkan bagaimana seluruh hidup Anda serta segala sesuatu yang ada di dalamnya telah dicipta oleh ANDA. Jin hanya menjawab setiap perintah yang Anda tugaskan. Jin adalah hukum tarik – menarik, dan ia selalu hadir serta mendengarkan segala sesuatu yang Anda pikirkan, ucapkan dan lakukan.
Jin menggangap segala sesuatu yang Anda pikirkan adalah apa yang Anda inginkan! Segala sesuatu yang Anda bicarakan adalah apa yang Anda inginkan! Segala sesuatu yang Anda lakukan adalah apa yang Anda inginkan!
Anda adalah Tuan dari Semesta, dan Jin ada di sana untuk melayani Anda. Jin tidak pernah mempertanyakan perintah Anda. Anda memikirkannya dan Jin segera mulai mendongkrak Semesta, melalui orang-orang, situasi dan peristiwa, untuk memenuhi keinginan Anda.”
Kesimpulan
Sebagai Motivator, saya percaya, bahkan sungguh-sungguh percaya, pada kekuatan kata-kata, pikiran dan emosi. Dan saya juga sungguh-sungguh percaya pengaruh kesemuanya itu terhadap nasib seseorang. Dalam seminar dan pelatihan Motivasi yang saya berikan di berbagai perusahaan, saya pun dengan antusias mengajarkan bahwa:
“Kata-kata negatif akan menciptakan pikiran negatif, pikiran negatif akan menciptakan emosi negatif, emosi negatif akan menciptakan keputusan negatif, keputusan negatif akan menciptakan tindakan negatif, tindakan negatif akan menciptakan kebiasan negatif, kebiasaan negatif akan menciptakan karakter negatif, dan karakter negatif akan menentukan kualitas hidup atau nasib seseorang.” Dan demikian sebaliknya!
Jadi bantahan saya terhadap buku/film The Secret tidak terletak pada kekuatan daripada pikiran. Bantahan saya justru ditunjukkan kepada pengajaran mereka yang berpusat pada diri manusia dan menyingkirkan keberadaan Allah yang berdaulat atas kehidupan manusia. Sekali lagi, saya sungguh-sungguh percaya pada kekuatan kata-kata, pikiran dan emosi positif. Saya terus melatih diri untuk mempraktekan ilmu ini setiap hari dan memang hasilnya sungguh-sungguh luar biasa. Namun, saya berkesimpulan bahwa Motivator sejati adalah:
“Motivator yang bukan saja hanya memahami potensi maha-dahsyat yang terdapat di dalam diri manusia, tetapi juga memahami sumber daripada potensi maha-dahsyat tersebut, yakni Allah sendiri. Dan potensi yang dimiliki manusia itu harus dikembalikan untuk kemuliaan Allah, bukan untuk kemuliaan diri manusia sendiri.”
Karena itu secara tegas dan jelas, saya menyatakan diri sebagai Motivator Teosentris, yang percaya bahwa manusia dicipta oleh Allah untuk memuliakan Allah sendiri. Saya mengakui bahwa manusia diberikan bakat, talenta, pikiran, emosi dan kesadaran yang luar biasa hebat, tetapi semuanya itu harus tunduk di bawah perintah dan kedaulatan Allah. Nah konsep “Kedaulatan Allah” inilah yang hilang dari pengajaran The Secret. Saya juga percaya bahwa manusia dicipta dan diberikan freewill oleh Tuhan, yaitu kebebasan untuk memilih. Namun kebebasan itu harus dimurnikan oleh Allah sendiri supaya manusia tidak memakainya untuk melawan Allah. Manusia tidak dicipta untuk kesenangan dirinya sendiri, melainkan untuk kesenangan penciptanya. Dan sesungguhnya ini adalah dasar daripada Ethos Kerja yang sejati, yakni manusia bekerja untuk menyenangkan hati Allah. Istilah populernya: “Kerja adalah ibadah!”
Motivator Antroposentris sangat berbeda, karena mereka berbicara mengenai potensi manusia untuk satu tujuan yakni untuk kesenangan manusia itu sendiri. Mereka bisa saja mengajarkan peserta seminar untuk berlaku baik, tetapi berlaku baik itu hanyalah sebagai strategi untuk mendapatkan sesuatu, baik dari sesama maupun dari Allah, yang mereka istilahkan sebagai alam semesta atau energi.
Perhatikan bagaimana Jack Canfield mengatakannya di dalam buku The Secret, halaman 45:
“Sejak mengenal Rahasia ini dan mulai menerapkannya ke dalam kehidupan, hidup saya sungguh menjadi ajaib. Menurut saya, jenis kehidupan yang diimpikan oleh setiap orang adalah kehidupan yang saya jalani sehari-hari. Saya tinggal di sebuah rumah besar bernilai empat setengah juta dollar. Saya mempunyai istri yang layak diperjuangkan sampai mati. Saya berlibur ke semua tempat indah di dunia. Saya mendaki gunung. Saya menjelajah. Saya mengikuti espedisi penelitian hewan liar. Semua ini sudah terjadi dan masih terus terjadi karena mengetahui cara menerapkan Rahasia.”
Dalam satu paragraf saja, terdapat sembilan kata “saya.” Pengajaran yang sangat berpusat pada diri sendiri ini telah merasuk dalam hati manusia modern, termasuk di Indonesia. Saya sampai tidak habis berpikir, bagaimana Jack Canfield bisa tidur nyenyak di dalam rumah seharga empat setengah juta dollar, sementara pada saat yang sama lebih dari empat setengah juta manusia di dunia tidur di bawah kolong jembatan dalam keadaan perut kosong. Wah, Motivator macam apa ini? Inilah Motivator Antroposentris dan guru daripada pengajaran New Age!
Maka, pesan saya untuk Anda, waspadalah terhadap buku-buku yang Anda baca maupun Motivator yang selama ini Anda idolakan. Bila Anda memiliki anak, pastikan Anda menjaga mereka, karena pengajaran ini sangat aktif disebarkan melalui Seminar/Training Motivasi, Film, buku, lagu, fashion, bahkan masuk ke dalam kelas sekolah dan institusi agama.
Bila Anda membeli buku atau ikut pelatihan/seminar Motivasi, telitilah dasar pemikiran dan ajaran para Motivator itu. Jadilah pembaca dan peserta seminar yang tidak mudah dibohongi dan dibodohi. Di luar sana ada banyak orang yang mengaku sebagai Motivator, namun mereka bukan Motivator sejati. Mereka hanya ingin meraup uang dari hasil penjualan buku dan hasil penjualan harapan-harapn kosong melalui pelatihan dan seminar mereka. Sesungguhnya, semua harapan itu semacam balon yang langsung pecah ketika ditusuk jarum. Waspadalah, jangan mau dibohongi lebih lama lagi!
Kepada rekan-rekan penulis dan Motivator yang membaca tulisan ini, mari kita semua menjadi Motivator Teosentris – Motivator Sejati! Mari kita jadikan Sang Pencipta Agung itu sebagai pusat dari setiap pengajaran kita, bahkan pusat dari seluruh hidup kita. Sesungguhnya menjadikan manusia sebagai pusat, apalagi menjadikan manusia sebagai allah, sudah dilakukan oleh iblis di taman Eden.
Di taman itu, Adam dan Hawa memakan buah terlarang itu, karena tergoda oleh ajakan iblis bahwa setelah memakan buah itu mereka akan menjadi Allah. Dan kita tahu, akibatnya sangat fatal, hingga kita tanggung sampai hari ini. Mari kita sadari bahwa iblis yang sama masih melancarkan tipu muslihatnya hingga hari ini, karena ia memang bermusuhan dengan Allah. Tetapi dengan bersandar pada pertolongan Allah sendiri, saya yakin kita mampu bertahan bahkan mampu mengalami kebahagiaan dan kesuksesan yang sejati itu!
Sukses untuk Anda!
Label: Motivator Teosentris |
berarti ALLAH lah yg bertanggung jawab ,atas adanya iblis neraka dan penderitaan manusia wkwklwlkwkl